Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Langkah Perjalananku

Karya : Bambang Sutrisno
Inilah aku
Seorang yang terprosok kaku dalam dunia harap
Tak mengerti apa itu arti hidup
Menggeliat dan meronta kebencian

Inilah aku
Aku yang tergilas oleh roda bumi yang keras
Memipihkanku tanpa sempat mengelak
Mencercang harapanku yang fana
Tak ada lagi kata jaya di mulut mereka

Inilah aku
Yang selalu dirubung kebencian jaman
Menyempitkanku di sudut tembok berpagar
Melata di ruang yang sempit
Seperti kotak baja yang berkode

Inilah aku
Penuh dengan harapan semu
Membumbung diawan pikiranku
Berserak meninggalkan ribuan keinginan

Inilah aku
Tiada lembaran bewarna dalam kantongku
Seperti kau yang memakiku
Hanyalah perjalanan dunia semu
Merawat langkahku di hari ini


  • Note : Bambang Sutrisno adalah Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Unsyiah

Iklasnya Sang Ibu

Karya : Bambang Sutrisno

Ibu
Kau pelita dalam hidup ini
Menerangi jalanku di setiap langkahku
Menuntunku tanpa kenal waktu
 
Ibu
Kau penyejuk dalam hati ini
Ketika ragaku mulai rapuh
Kau hadir memberikan harapan

Ibu
Jasamu sungguh tak terperi
Kau menuntunku ketika ku salah
Kasih sayangmu sungguh mulia
Tiada banding oleh apapun di dinia ini

Ibu
Hatimu sungguh mulia
Sebening embun yang jernih
Menyejukkan perjalanan hidupku

Ibu
Kasihmu sungguh murni
Semurni keiklasan yang ada di hatimu
Terima kasih ibuku
Kau adalah bidadariku


  • Note : Bambang Sutrisno adalah Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Unsyiah

Jangan



Karya : Bambang Sutrisno

Untuk orang sombong disana
Tinggalkan ego yang jalang
Kau bernaung dalam penderitaan
Bergelimang sindiran sang surya
Telah membuatmu lupa
Akan tugasmu semula

Berkarya dalam kegelapan
Menginjak-injak yang lupa
Membodohkan yang tak berdaya
Seakan kaulah orangnya

Pemuda kita juga ingin berkarya
Walau kau tak menuntunnya
Kutu hanya dapat bicara
Hingga bergelimang suara sang surya
Melelehkan
Membunuh
Membatasi
Setiap keinginan mereka
Mencengkram sang buaya yang lupa akan keberadaannya

  • Note : Bambang Sutrisno adalah Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Unsyiah

Untuk Temanku


Karya : Bambang Sutrisno

kenangan itu terus mengeming dalam ingatanku
ketika mentari senja mulai redup
meninggalkan peraduannya
dikala itu pula kalian hadir bersama mimpiku

masa itu
masa yang penuh cita dan asa
masa yang indah
masa yang takmunggkin dapat teulang kembali
menyeruak kalbu
menggiring asa bayanganku

aku rindu kalian semua
aku rindu akan masa itu
aku rindu akan canda kalian
aku rindu senyum manja kalian
aku rindu makian kalian
aku rindu tawa kalian

terbesit sebuah harap
tertinggal dalam benaku
menyapaku
mengigatkanku akan semua itu

untuk temanku
itu semua akan ku patri selalu
dengan senyum yang terlontar dari bibirmu
tak akan kulupakan itu
meski jalan hidup kita tak menyatu

namun jiwaku tetap bersamamu
sampai ahir perjalanan ini aku tetap seperti dulu
sampai memoriku terlontar aku tetap ingat itu
sampai semuanya menjadi kisah yang semu
namun kalian akan selalu ada dalam sanubariku

§                     Note : Bambang Sutrisno adalah Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Unsyiah

Pesan Jalang



Karya : Bambang Sutrisno

Galang terkubur sang hujan
Meringkup dalam kotak jalang
Merobek angan yang menerawang
Jauh, meninggalkan kenangan

Untukmu yang disana
Terompet baja mulai diam
Mendengar rubah berbicara lantang
Di telan sengsara kuda jalang
Memberikan pesan yang begitu mendalam

Untuk kita yang sopan
Tergerak asa terang dalam naungan budaya silam
Menuntun jalan pembangkang
Buta dalam berkembang
Hilang dijurang angan
Terkubur kufur keperdulian

Untuk semua tempat ini
Aku akan mengatakan
Musnahlah binatang jalang yang meregang kekhilafan

  • Note : Bambang Sutrisno adalah Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Unsiyiah

Tak Mungkin


Karya: Bambang Sutrisno

Kini kau datang kembali dengan seuntai harapan
Yang telah lama terpatri dalam diri ini
Yang hampir hilang ditelan gemuruh
Rasa jiwa yang menggelora

Memulai perjalanan baru
Yang takkan mungkin dapatku ambil kembali
Rasa yang telah lama pergi

Tapi kau tetap menahan rasa ini
Seolah menjadi raga yang taakan pernah
Dapat terpisahkan oleh rantai hati
Yang akan ku jaga hingga diri ini mampu
Melepas rantai jiwa yang membelenggu

Tapi itu semua akan terasa berat
Terikat penantian yang tertunda
Takkan pernah dapat berubah
Hingga ragamu dapat memastikannya
Itu semua hanyalah mimpi

  •       Note :Bambang Sutrisno adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unsyiah.

Untuk Mu Saudaraku


Karya: Bambang Sutrisno

Relung hatiku berbicara
Ketika semua menanti kepastian
Akan hidup yang takkan pernah letih
Menuai harap dan asa derita
Sengsara bersama kebodohan dunia
Takpernah henti menuding fitnah
Terhadap rakyat jelata yang kelaparan
Dan kepada  pelalai yang rakus
Masihkah mereka punya hati
Masihkah mereka sadar
Atau masihkah mereka bersandar
Kertika orang-orang diluar sana
Menjerit kelaparan
Masih ingatkah engkau manusiaku
Akan deritamu dimasalalu
Ketika mereka menolongmu
Ketika kau berselimut air bah
Kurasa tidak
Dimanakau kini
Ketika mereka membutuhkanmu
Masih adakah kau di sini
Untuk mereka diluar sana yang lapar
Aku tidak tau


  :: note: Bambang Sutrisno, adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unsyiah.

Izinkan ku berbicara


Karya : Bambang Sutrisno
 
Izinkan ku berbicara tentang hidup
Ketika bencana tak terelakkan
Ketika teriakan tak lagi bersuara
Ketika harapan tak lagi nyata
Derita manusia hanyalah terbesit duka
Dan air mata tak lagi ada
Apa yang dapat kita lakukan
Sementara seluruh
Sawah, ladang, dan hewan ternak
Telah habis ditelan air yang berpesta pora
Siapa yang dapat kita salahkan
Apakah bencana ataupun tuhan

Izinkan aku bertanya
Mengapa bencana melanda?
Siapa yang memulainya?
Mengapa ini terjadi?

Izinkan aku berbicara lagi tetang hidup
Kepada tuan-tuan yang bijak sana
Jagalah lingkungan kita dari bencana
Jauhilah perbuatan yang tidak berguna
Agar terhindar dari bencana
Yang merugikan kita semua

note: Bambang Sutrisno adalah mahasiswa fkip bahasa indonesia unsyiah

Mengenang masa lalu


Karya : Bambang Sutrisno

Masih ingat kah kau tahun-tahun silam
Ketika orang-orang bergeletak
Tak berdaya di tumpukan
Kayu-kayu dan reruntuhan
Bangunan yang menimpa mereka
Ketika air bah menghempaskan
kekesalannya ke daratan

masih ingatkah kau ketika
itu tidak ada satupun yang dapat
menyangkal bahkan kita semua tercengang
tapi apa yang dapat kita lakukan
ketika itu hanya tobat semata yang ada
pada benah orang-orang yang selamat

tapi apakah saat ini kita semua sadar
ataukah udah lupa, atau pura-pura lupa
masihkah kau tobat seperti dahulu
masihkah kau ingat pada tuhanmu
masihkah kau sadar akan hal itu
tapi kurasa tidak

note:Bambang Sutrisno adalah mahasiswa fkip bahasa indonesia unsyiah

Penantian ahir


Karya: Bambang Sutrisno

Di jalan reot itu kau hadir
Memipiskan bibirmu yang menghantuiku
Merobek ingatanku
Lingkukmu menari diatas pikiranku
Hingga waktu begitu lambat
Berjalan mengarungi samudra pikiran
Menembus cakrawala hampa
Lingkukmu membuatku gila
Terhempas badai senja
Dirimu hadir dalam awangku
Menaruh salju dalam hatiku

Aku tak tau mengapa
Mengapa ia selalu hadir
Takdapat terpinggirkan
Mengapa harus ia
Ketika jantung ini mulai reda
Kenapa harus ada
Kenapa
Aku tak tau
Sungguh aku taktau

note: Bambang Sutrisno adalah mahasiswa fkip bahasa indonesia unsyiah